Begini Rute Jalan Menuju Air Terjun Batu Tilam Kampar Riau

admin
  18 Februari 2020 09:35:20
Pariwisata Riau
114 Pembaca

PEKANBARU 18 FEBRUARI 2020

Air terjun Batu Tilam lokasinya berada di Desa Kebun Tinggi, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kondisi aksesibilitas jalan untuk menuju ke tempat ini masih cukup sulit karena keterbatasan sarana infrastruktur jalan yang hingga kini belum memadai.

Objek wisata minat khusus ini memang sangat indah. Lokasinya tepat berada di mulut gua  dinding-dinding puncak Bukit Barisan yang melintas di Kabupaten Kampar. Udara yang masih sejuk dan pemandangan yang masih asri sudah pasti bisa dirasakan di tempat ini.

Air terjun Batu Tilam ditemukan oleh beberapa orang warga pada tahun 2009, kemudian pada tahun 2015 keberadaan air terjun tersebut mulai dijelajahi kembali oleh perangkat desa, tokoh masyarakat desa beserta warga.

Jumlah air terjun seluruhnya di Desa Kebun Tinggi sebanyak 27 air terjun. Tinggi air terjunnya bervariasi, ada yang 10 meter, 20 meter, 25 meter, 100 meter hingga bisa mencapai 150 meter. Saat ini untuk objek wisata air terjun Batu Tilam sendiri sudah dilengkapi fasilitas 3 pondok peristirahatan yang cukup luas dan MCK untuk pengunjung yang datang.

Di kawasan air terjun ini masih terdengar suara siamang dan bermacam-macam jenis burung yang saling bersautan. Berbagai macam kayu hutan yang sudah langka juga masih bisa dijumpai di tempat ini. Ukuran diameter kayunya sebesar, 2 hingga 3 pelukan orang dewasa.

Untuk menempuh ke lokasi air terjun Batu Tilam dari Ibu kota provinsi Riau, yakni Kota Pekanbaru bisa menuju ke Lipat Kain, Kecamatan Kampar kiri, Kabupaten Kampar, waktu tempuhnya sekitar 1 jam 30 menit berkendara menggunakan mobil atau motor. Setelah itu perjalanan dapat dilanjutkan menuju ke Desa Kebun Tinggi.

Waktu yang dapat di tempuh untuk menuju Desa Kebun Tinggi juga bervariasi. Bila musim kemarau bisa dicapai selama 4 jam dalam perjalanan. Namun bila kondisi cuaca di musim hujan, perjalanan bisa memakan waktu yang lebih lama, yakni 8 jam hingga 11 jam.

Kondisi jalan yang masih tanah, berlubang  ditambah tanjakan curam menjadi jalur  yang dilintasi ketika menuju ke air terjun Batu Tilam. Hanya mobil dobel gardan dan motor trail atau motor dengan modifikasi khusus yang bisa melewati jalan ini ketika musim hujan.

Sejumlah warga Desa Kebun Tinggi ketika ingin keluar dari desanya untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, lebih banyak memilih melalui provinsi tetangga yakni, kota Kota Payakumbuh Sumatra Barat, karena jalan melalui jalur itu waktu bisa lebih singkat yakni bisa dicapai 2 jam dalam perjalan.

“Air terjun Batu Tilam ditemukan oleh beberapa orang warga pada tahun 2009, kemudian pada tahun 2015 keberadaan air  terjun tersebut mulai dijelajahi sambil dibenahi oleh perangkat desa beserta warga,” kata Kepala Desa Kebun Tinggi, Joni ketika dijumpai di lokasi air terjun Batu Tilam, pada Sabtu (15/2/2020).

Kemudian pada tahun 2019, perangkat desa Kebun Tinggi bersama tokoh masyarakat dan warga melakukan musyawarah untuk menjadikan air terjun Batu Tilam sebagai objek wisata. Selanjutnya, dengan menggunakan dana desa pemerintah pusat senilai 500 juta rupiah, warga desa telah membuka fasilitas jalan untuk menuju air terjun tersebut. Joni berharap kepada pemerintah Kabupaten Kampar, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat agar bisa bersinergi memberikan dukungan untuk membangun objek wisata yang ada di desa Kebun Tinggi.

“Kami mendapat alokasi Dana Desa dari pemerintah pusat sekitar 500 juta rupiah. Berdasarkan hasil kesepakatan musyawarah desa dana itu kami gunakan untuk membuka akses jalan, membangun tempat peristirahatan dan 24 unit MCK untuk pengunjung. Lokasinya di beberapa titik air terjun yang ada disini,” jelasnya.

“Alhamdulillah desa kami mendapat program Dana Desa dari bapak presiden Joko Widodo yang mengalir ke desa-desa senilai 500 juta. Memang jumlah itu belumlah mencukupi, tapi program ini cukup bermanfaat untuk membantu membangun objek wisata air terjun Batu Tilam,” ujarnya.

“Selaku Kepala Desa saya juga sudah konfirmasi ke anggota komisi V DPR RI. Pada tahun 2020 ini akses jalan ke Batu Tilam siap dibangun. Dan saya juga telah datang ke Dinas PUPR provinsi Riau, tahun ini juga pemerintah Provinsi Riau akan memberikan dukungan untuk membangun akses jalan 19 kilo meter, mulai dari desa Batu Sasak hingga Desa Kebun Tinggi. Beberapa pekan lalu pihak dari Dinas PUPR provinsi Riau telah meninjau lokasi ini,” ungkapnya.

“Saya rasa sudah seharusnya pemerintah membantu pembangunan infrastruktur di di Desa ini. Kalau objek wisata ini maju tentunya secara sendirinya  akan mengangkat ekonomi masyarakat. Sektor pariwisata saat ini juga merupakan program prioritas pemerintah, jadi seharusnya sudah tidak ada alasan lagi,” pungkasnya.

Anggota Komisi V, DPR RI dapil Riau, Syahrul Aidi didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Sumberdaya Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Ridho Ardiansyah ketika berkunjung ke air terjun Batu Tilam pada Sabtu, (15/2/2020) juga turut menyampaikan, Desa Kebun Tinggi memiliki potensi pariwisata yang cukup besar, tapi kendala satu-satunya adalah jalan. Ia akan beruapaya bersenergi bersama pemerintah daerah untik memperhatikan hal ini.

“Kita dari DPR RI dengan pemerintah pusat tentunya akan membantu melalaui Dana Alokasi Khusus ataupun bisa juga melalui jalur deskresi saya selaku anggota DPR RI. Dana ini khusus untuk membantu pembangunan akses jalan menuju air terjun Batu Tilam  melalui didukungan dana APBN,” tegas Syahrul Aidi

Baca Juga : BAGI TREVELER HANDAL YUK PIKNIK KE AIR TERJUN BATU TILAM DI KAMPAR RIAU


------------------------------

Ikuti Official Account Dinas Pariwisata Provinsi Riau.

Instagram : Pariwisata.Riau 

Youtube : youtube.com/c/PARIWISATARIAU

Twitter : @Disparriau

Path : Pariwisatariau

Facebook : Pariwisata Riau

Website  : pariwisata.riau.go.id


Sumber : Dispar Riau (Heru Main di Kali)

Contact Details

Email : disparriau@gmail.com
Website : pariwisata.riau.go.id

Jl. Jenderal Sudirman, Komplek Bandar Serai,
Pekanbaru, Riau

Logo Logo Logo Logo

DOWNLOAD




Statistik Dukungan

Maps