Bagi Treveler Handal Yuk Piknik ke Air Terjun Batu Tilam di Kampar Riau

admin
  17 Februari 2020 15:13:31
Pariwisata Riau
146 Pembaca

PEKANBARU 16 FEBRUARI 2020

Kabupaten  Kampar, Riau memiliki destinasi wisata baru yakni, air terjun Batu  Tilam. Lokasinya berada di wilayah Desa Kebun Tinggi, Kecamatan Kampar  Kiri Hulu. Di objek wisata ini para peminat objek wisata alam liar bisa  menguji nyali sambil disuguhi hutan alam Sumatra yang masih asri.

Air  terjun Batu Tilam merupakan objek wisata minat khusus yang sangat indah. Lokasinya tepat berada mulut gua di dinding-dinding puncak Bukit Barisan yang melintas di Kabupaten Kampar. Udara yang masih sejuk dan pemandangan yang masih asri sudah pasti bisa dirasakan di tempat ini.

Menurut  keterangan Kepala Desa Kebun Tinggi, Joni, air terjun Batu Tilam ditemukan oleh beberapa orang warga desanya pada akhir tahun 2009, kemudian pada tahun 2015 ia bersama tokoh masyarakat dan warga desa kembali menjelajahi keberadaan air terjun tersebut. 

Kondisi  aksesibilitas jalan untuk menuju ke Air terjun Batu Tilam kondisinya  masih cukup sulit karena keterbatasan sarana infrastruktur jalan yang  hingga kini belum memadai. Namun bermodalkan keyakinan warga Desa Kebun  Tinggi bergotong-royong berusaha membenahi kondisi itu seadanya.

“Air  terjun Batu Tilam ditemukan oleh beberapa orang warga pada tahun 2009,  kemudian pada tahun 2015 keberadaan air terjun tersebut mulai dijelajahi  dambil dibenahi oleh perangkat desa beserta warga,” kata Joni ketika  dijumpai di lokasi air terjun Batu Tilam, pada Sabtu (15/2/2020).

Ia  menuturkan, pada awalnya ia mengetahui lokasi air terjun Batu Tilam dari ninik mamak (tokoh masyarakat-red) dan beberapa warga yang tinggal di desa itu. Menurut informasi yang ia dapat, ketika pada zaman dulu ada orang tua yang pergi merantau untuk menyambung hidup ke lokasi air terjun itu sambil bekerja membuat amunisi untuk berperang. 

“Dulunya  di bibir gua yang berada tepat di balik air terjun Batu Tilam merupakan  lokasi tempat tinggal leluhur kami merantau untuk menyambung hidup  ketika zaman perang Belanda hingga Jepang menjajah Indonesia. Sambil  berlindung, dua orang tua kami membuat bencui atau amunisi berperang. Di  lokasi itu ada batu tempat beristirahat namanya Batu Tilam artinya alas  tempat tidur. Dari cerita itulah nama air terjun ini disebut  masyarakat,” jelasnya.

Di  kawasan air terjun Batu Tilam masih terdengar suara siamang dan bermacam-macam jenis burung yang saling bersautan. Bebagai macam kayu  hutan yang sudah langka juga masih bisa dijumpai di tempat ini. Ukuran  diameter kayunya sebesar, 2 hingga 3 pelukan orang dewasa.

Jumlah  air terjun seluruhnya di Desa Kebun Tinggi sebanyak 27 air terjun. Tinggi air terjunya bervariasi, ada yang 10 meter, 20 meter, 25 meter,  100 meter hingga bisa mencapai 150 meter. Saat ini untuk objek wisata  air terjun Batu Tilam sendiri sudah dilengkapi fasilitas 3 pondok peristirahatan yang cukup luas dan MCK untuk pengunjung yang datang.

Pada  tahun 2019, perangkat desa Kebun Tinggi bersama tokoh masyarakat dan  warga melakukan musyawarah untuk menjadikan air terjun Batu Tilam  sebagai objek wisata. Selanjutnya, dengan menggunakan dana desa yang  diberikan pemerintah pusat, senilai 500 juta rupiah, untuk membuka akses  jalan menuju air terjun itu dan pembangunan MCK juga pondok  peristirahatan bagi pengunjung.

Sementara,  Kepala Bidang Pemberdayaan Sumberdaya Pariwisata, Dinas Pariwisata  Provinsi Riau, Ridho Ardiansyah ketika ia mendatangi lokasi air terjun  Batu Tilam mengatakan, dirinya sangat memberikan apresiasi kepada  perangkat Desa, tokoh masyarakat dan warga Desa Batu Tilam. Menurutnya  Dinas Pariwisata Provinsi Riau akan bersenergi dengan pemerintah  Kabupaten Kampar dan Pemerintah Pusat untuk memabangun sektor pariwisata  yang ada di Desa Kebun Tinggi.

“Targetnya  pada tahun ini pemerintah kabupaten Kampar, Pemerintah Provinsi dan  Pemerintah Pusat melalui anggota Komisi V DPR RI dapil Riau, bapak  Syahrul Aidi akan membantu memberikan bantuan infrasutruktur jalan untuk  aksesibilitas ke Batu Tilam. Semoga obek wisata ini nantinya akan dapat  membantu meningkatkan ekonomi masyarakat yang saat ini hanya  mengandalkan dari hasil perkebunan karet dan gambiR,” kata Ridho  Ardiansyah, Sabtu (15/2/2020) ketika berkunjung ke air terjun Batu  Tilam.

Untuk  menempuh ke lokasi air terjun Batu Tilam dari Ibu kota provinsi Riau,  yakni Kota Pekanbaru bisa menuju ke Lipat Kain Kecamatan Kampar kiri,  Kabupaten Kampar, waktu tempuhnya sekitar 1 jam 30 menit berkendara  menggunakan mobil atau motor. Setelah itu perjalanan dapat dilanjutkan  menuju ke Desa Kebun Tinggi.

Waktu  yang dapat ditempuh untuk menuju Desa Kebun Tinggi juga bervariasi.  Bila musim kemarau bisa dicapai selama 4 jam dalam perjalanan. Namun  bila kondisi cuaca di musim hujan, perjalan bisa memakan waktu yang  lebih lama, yakni 8 jam hingga 11 jam. Kondisi jalan yang masih tanah,  berlubang dan tanjakan curam menjadi pemandangan ketika menuju ke air  terjun Batu Tilam. Hanya mobil dobel gardan dan motor trail atau motor  dengan modifikasi khusus yang bisa melewati jalan ini ketika musim  hujan.

Baca Juga : Mantul! Destinasi Ekowisata Mangrove di Desa Bokor Riau di Serbu Turis


------------------------------

Ikuti Official Account Dinas Pariwisata Provinsi Riau.

Instagram : Pariwisata.Riau 

Youtube : youtube.com/c/PARIWISATARIAU

Twitter : @Disparriau

Path : Pariwisatariau

Facebook : Pariwisata Riau

Website  : pariwisata.riau.go.id

 

 


Sumber : Dispar Riau (Heru Main di Kali)

Contact Details

Email : disparriau@gmail.com
Website : pariwisata.riau.go.id

Jl. Jenderal Sudirman, Komplek Bandar Serai,
Pekanbaru, Riau

Logo Logo Logo Logo

DOWNLOAD




Statistik Dukungan

Maps